Sabtu, 28 November 2020

Kaum Tengah

Jepret. 

Bunyi tombol power TV tabung yang dimatikan seolah menyuarakan hati yang kesal karna mata tak lagi diperkenankan menonton serial yang beberapa menit lagi akan selesai.

Kaki pun terpaksa dilangkahkan ke kamar mandi untuk mengambil wudhu karna telinga sudah gatal mendengarkan omelan.

Gebruk.

Bunyi sapu lidi yang dipukulkan ke kasur saat kami tak jua beranjak ke kamar mandi saat azan telah berkumandang. Efek habis mendengarkan kisah horror membuat kaki lebih berat untuk beranjak dari tempat tidur. Tapi dengan adanya sabetan sapu lidi, mau tak mau, secepat kilat kami berwudhu kemudian berteriak karna mengkhayalkan ada penampakan di jendela kamar mandi.

Seusai shalat maghrib, aku dan kakakku duduk di ruang tengah, bergantian kami membaca Al-Qur'an disimak oleh nenek yang masih mengenakan mukena dan tak ketinggalan kacamata plus andalannya.

***

Trektektektektektek.

Bunyi waluh (labu siam) yang sedang diiris setelah dibuang kulitnya. Kami cuma nimbrung saat waluh dibagi menjadi 2 kemudian digesekkan satu dengan yang lainnya dengan gerakan memutar untuk dikeluarkan getahnya.

Setelah semua waluh diiris, waluh akan dicuci kemudian ditiriskan. Kami yang iseng terkadang menyiram kembali waluh yang sedang ditiriskan. Saat nenek marah karna waluhnya lebih lambat tuus (kering), kami tidak bisa mengelak karna terlihat di baskom tempat penampungan air tirisan, volume airnya lebih banyak dari biasanya.

Dekgledek.

Bunyi adonan kulit karoket yang sedang nenek buat dengan menggunakan baskom seng yang alasnya tidak lagi rata. Setelah adonan jadi, kami cuma bisa bantu membantuk adonan menjadi seukuran bulatan bakso yang disusun di lodor (piring berbentuk lonjong).

Dini hari nenek sudah bangun. Setelah shalat malam, nenek menyiapkan semua bahan untuk membuat karoket di meja dapur. Saat kami ke dapur di pagi hari, meja dapur telah dilapisi plastik. Diatasnya berjejer karoket yang siap digoreng. Di pojok kanan meja, ada satu wajan besar tumis waluh campur mihun sebagai isian karoket. Di antara meja dan kompor nenek berdiri, mengenakan daster berlengan pendek, tangannya dengan cekatan melempengkan adonan bulatan bakso, menaroh sesendok tumisan, melipat dan menggulungnya kemudian menjejerkannya di meja. 

Saat minyak goreng telah panas, nenek menjumput beberapa karoket sekaligus dan memasukkannya ke wajan. Sambil membentuk karoket, nenek membolak balikan karoket di wajan agar matangnya merata. Tak jarang tangan nenek terkena cipratan minyak panas sehingga timbul bercak-bercak kecoklatan.

Karoket yang sudah jadi dititipkan di warung Ci Ros, juga diedarkan oleh emak-emak yang biasa berjualan gorengan keliling.

Saat sore hari terkadang kami diminta untuk mengambil keranjang wadah karoket di warung Ci Ros. Walau tidak setiap hari karoketnya habis, sambal karoket nenek yang rasanya khas sering kali lebih cepat habis dibanding karoketnya. Nenek akan membagikan secara gratis karoket sisa hari itu buat siapapun yang mau.

***

Allahu Akbar

Allahu Akbar

Allahu Akbar

Laa Ilaaha Illallah 

Wallahu Akbar

Allahu Akbar

Walillahilhamd


Saat Hari Raya Idul Fitri tiba, kami selalu menyambutnya dengan penuh antusias.

Teringat makanan istimewa yang dihidangkan pada hari pertama sahur agar semangat berpuasa.

Teringat serunya ngabuburit yang malah berujung batal puasa. Jadi ceritanya, kami sekeluarga bermain "cangkul" di ruang depan. Aku yang menonton serunya permainan berinisiatif menyediakan minuman (cuma beberapa gelas air putih yang disusun di nampan). Sama sekali lupa kalau hari itu sudah mulai bulan puasa. Saat minuman dihidangkan semua serempak bilang "pan nuju saum" sambil tertawa. Aku yang malu langsung menangis dan akhirnya disuruh ibu buka puasa duluan. 

Teringat saat shalat tarawih, mata tak kuat  menahan kantuk sampai tertidur di saat sujud.

Teringat saat belanja baju dan makanan untuk lebaran, Aa menangis karna mau buka puasa duluan.

Setelah melewati beberapa Ramadhan, akhirnya kami bisa "cacap" (ga bolong/bocor/batal puasa). Alhamdulillah...

Pada Hari Kemenangan, kami bangun pagi, mandi bergantian, pakai baju baru dan bersiap pergi ke Lapang Merdeka.

Kami berangkat bersama, berjalan kaki menyusuri gang, melewati belakang Masjid Agung, belakang alun-alun, kemudian berpisah antara jama'ah laki-laki dan jama'ah perempuan.

Setelah Lapang Merdeka penuh jama'ah sampai ke jalanan, shalat pun dimulai.

Takbir pertama telah dikumandangkan. Takbir kedua menyusul tak lama kemudian. Saat pertama kali Shalat Id, aku langsung ruku' setelah mendengar takbir kedua. Bibiku spontan bilang "hush" baru aku tersadar kalau ternyata belum saatnya untuk ruku'.

Selesai shalat dan mendengarkan khutbah, kami bersalaman kemudian pulang dengan menggunakan jalan yang berbeda. Kali ini melewati depan alun-alun, depannya Masjid Agung, Bank Jabar, Bank BCA, baru belok ke pasar kaum.

Sesampainya di rumah nenek, setelah semua anak cucu nenek berkumpul, kami saling bermaafan sampai air mata bercucuran...

Dilanjutkan silaturahim ke tetangga dan saudara yang rumahnya tidak terlalu jauh.

Paling seru kalau silaturahim ke saudara yang tinggal di Gegerbitung dan Cibadak-Nagrak. Di perjalanan, mata kami dimanjakan oleh hijau pepohonan dan sawah-sawah yang membentang. Bahkan kami harus berjalan lumayan lama di pematang sawah, naik turun jalanan tanah yang licin jika hujan saat kami bersilaturahim ke rumah buyut kami.

Rumah buyut berbentuk rumah panggung yang berdindingkan bilik (anyaman bambu), ruang tamu nya jarang ditempati, begitu masuk ke ruang keluarga di sebelah kanan ada kamar buyut kami yang sudah pikun. Tak lagi mengenal satu per satu keluarga yang datang berkunjung.

Setelah melewati ruang keluarga dan ruang makan, belok ke kanan ada ruangan yang berjendelakan kawat, dari ruangan itu terlihat kolam yang berisi ikan dan tutut, ada pintu menuju dapur yang luas dan juga tangga kecil menuju ke kolam.

Di dapurnya ada hawu, dan kamar mandi yang baknya terbuat dari batu kali berwarna hitam kelam. Searah dengan dapur adalagi kolam yang ukurannya lebih luas dari kolam dibawah jendela kawat. Terdapat juga WC dengan air pancuran yang bersumber dari kolam.

Setelah mengunjungi rumah buyut, kami mengunjungi rumah kakaknya nenek juga. Cukup jauh, tapi tetap kami tempuh dengan berjalan kaki. Rasanya, saat itu, jalan kaki tak terasa melelahkan.

***

Betapa banyak kenangan, pengalaman dan pelajaran yang nenek berikan. 

Betapa sedikit bakti yang bisa ku curahkan dengan jarak yang begitu jauh terbentang.

Betapa ingin ku berada disana. Mencium aroma melati di dipan, bercampur balsem yang dioleskan di punggung dan kaki nenek, di dalam kamar yang remang-remang saat lampu bohlam ditutup oleh kardus bohlam yang tidak nenek buang...

Kuingin menggenggam dan mencium tangan keriputnya sambil mengucapkan terima kasih atas kasih sayang dan pendidikan yang telah nenek berikan, memohon maaf atas kenakalan dan kurangnya bakti yang bisa kuberikan...

Saat ini, hanya doa yang bisa kulantunkan, semoga Allah senantiasa memberikan kasih sayang, rahmat, rizqi dan kesehatan kepada nenek juga anak cucu nenek yang dengan tulus ikhlas telah menjaga dan merawat nenek...

Baarokallahu fiikum...


Minggu, 04 Oktober 2020

Balapan 40 km/jam

Tertinggal di lampu merah pertama tak membuatku terburu untuk mengejar si jingga. Jalanan di sepanjang rute menuju lampu merah berikutnya pun tidak mulus. Sehingga aku mengendarai si biru dengan hati-hati, berusaha menghindari cekungan tak beraturan yang menghiasi jalanan.

Lampu merah kedua pun terlihat. Penghitung mundurnya membuatku tersenyum bahagia. Kulihat si jingga tak berkutik di belakang kendaraan lainnya. Aku berencana membawa si biru ke arah kanan melewati mobil dan motor yang terdiam menunggu lampu hijau menyala. Sesuai perkiraanku, si biru bisa melewati si jingga tepat di saat lampu kuning menggantikan lampu merah, bahkan menjadi yang pertama meninggalkan lampu merah kedua di rute lomba.

Kami pun tertawa bahagia.

Ku rasa Pembalap Profesional tak akan bisa tertawa selepas ini disaat berhasil menyalip lawannya saat berlomba, karna masih terganjal beban untuk tetap memimpin posisi hingga gelar juara berhasil disandangnya.

Aku tak berniat menjadi juara, tapi bocil yang ku bonceng dan juga bocil yang ada di atas si jingga tak ada yang mau kalah. Jadi dengan santai si biru tetap kulajukan dengan kecepatan di bawah 40km/jam. Saat mendekati gapura, kubiarkan si jingga dengan mudah melewati si biru dari sisi kiri.

Sorak sorai gembira terdengar dari pengendara si jingga.

Memasuki belokan ke kiri pertama setelah melewati gapura, kupacu si biru mendekati si jingga. 

"Jangaaaannnn!" Teriakan itu terdengar, memintaku untuk tidak memenangkan lomba.

Tentu saja aku mengalah, tapi bukan untuk kalah. Kuatur kecepatan si biru agar kami bisa memasuki gerbang mess bersama-sama. Aku pikir itu akan menjadi hasil akhir yang tidak akan mengecewakan para bocil. Tapi kemudian, teteh yang menginjak remaja segera turun dari si biru dan berlari cepat, menjadi yang pertama masuk kedalam rumah. 

Dan bocil di motor jingga pun kecewa...

Dia turun, merajuk, dengan mata berkaca menyembunyikan diri dibawah selimut dan bersender ke lemari kaca. Adiknya menyusul, menarik selimut yang sama, tak terima kakaknya "main kemah" sendirian saja.

Menang, kalah atau seri, ternyata endingnya tak jauh beda. Memang butuh waktu untuk menetralisir kenyataan yang tak sesuai harapan. Tapi itu tak membuat kami kapok. Saat ada kesempatan, balapan liar terjadi secara spontan. Rute yang sama tidak lagi menjemukan saat ada tantangan untuk menyalip lawan di tengah perjalanan. 

Tidak mau kalah tentu merupakan hal yang biasa menjangkiti manusia saat usia balita hingga menjelang tutup usia. Namun, akan ada waktu, saat kita menyadari... menikmati perjalanan dengan bahagia, jauh lebih berharga dari sekedar label juara. 



Kamis, 04 Juli 2013

BTW, Penyedia Blog Gratisan Mana yang Paling Kamu Suka?


BTW biasanya digunakan orang untuk menyingkat kalimat by the way. Tapi singkatan ini saya gunakan untuk menyingkat Blogspot, Tumblr danWordpress. Kebetulan saya menggunakan ketiga penyedia blog gratisan itu, dan alhamdulillah ketiga-tiganya masih aktif. Blog pertama saya di dunia internet yang memakai penyedia blog gratisan dari blogsome malah sudah tidak bisa digunakan lagi setelah saya mengimpor semua filenya ke wordpress dan tidak menengoknya lagi dalam jangka waktu yang lama.

Dari ketiga blog tersebut saya paling banyak memposting artikel di wordpress. Menurut saya wordpress sangat cocok untuk blogger pemula. Temanya yang sangat banyak dan selalu bertambah setiap periode tertentu membuat pengguna wordpress bisa leluasa mengganti template untuk mengubah nuansa blognya tanpa harus dipusingkan dengan memahami CSS. Temanya pun bervariasi, dimulai dari yang paling simple sampai dengan yang terlihat profesional diberikan secara gratis oleh wordpress. Walau memang masih sedikit tema gratisan dengan fitur unggulan seperti Post Slider, hal itu tidak terlalu menjadi kendala bagi blogger pemula karena masih banyak tema menarik lainnya yang memiliki aneka fitur seperti sticky post, featured post, infinite scroll dsb.

Wordpress juga memberikan shortcode yang membuat kita bisa menampilkan daftar isi, slideshow hingga memasang Audio Player. Top banget kan? Bagi pemula sekalipun mengoperasikan wordpress dan memasang fitur-fitur tersebut cukup

Cara Menulis Kode Script atau kode HTML di Postingan Blogger/Wordpress




Cara pertama  :

- Tuliskan semua kode/script yang telah kamu tulis ke dalam notepad
- Kemudian ganti/replace kode tersebut dengan kode-kode berikut

kode < diganti dengan "&lt" (tanpa tanda kutip);
kode > diganti dengan "&gt"(tanpa tanda kutip);
kode " diganti dengan "

1.Klik edit --> replace
2.masukkan kode yg akan direplace pada kolom "Find what" lalu masukkan kode pengantinya pada kolom "Replace with"terus tekan tombol Replace All
3.Copy semua kode tersebut dalam postingan kamu


Cara yang kedua lebih mudah yaitu dengan

Rabu, 03 Juli 2013

Cara Mudah Memasang Kalender Hijriah di Blogspot

1. Log in ke Blogger

2. Pilih Tata Letak

3. Klik Tambahkan Gadget di area Widget yang kamu suka

4. Pilih Widget HTML/JavaScript

5. Copy paste kode di bawah ini:
 
<center><embed src="https://dl.dropbox.com/u/15145201/Kalender/hijriah%20arsip%20trik.swf"  quality="high" allowscriptaccess="always"  type="application/x-shockwave-flash"  pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" align="middle"  height="35" width="250"></embed></center>


Dimana : Ukuran file adalah 35 x 250 pixel, silahkan mengganti ukuran (yang berwarna merah) disesuaikan Kebutuhan.

6. Simpan

7. Hasilnya seperti tampak pada area widget kanan atas blog ini

Referensi: http://arsip-trik.blogspot.com/2012/10/kalender-masehi-dan-hijriah-dalam.html

Cara Membuat Daftar Isi di Blogspot Berdasarkan Urutan Waktu Secara Otomatis

CARA MEMBUAT DAFTAR ISI ARTIKEL BLOGSPOT

contoh tampilan daftar isi artikel blogspot
Cara Membuat Daftar Isi artikel Blogspot - Sebenarnya fungsi dasar dari script di bawah ini adalah membuat daftar isi dari blog berplatform blogspot. Tapi tujuan saya membuat artikel ini bukan hanya untuk membantu anda membuat daftar isi blog ada, tapi juga menggunakannya untuk pemulihan blog jika suatu saat blog anda terkena serangan pihak yang tidak bertanggung jawab....

Sebenarnya ini adalah artikel kedua dari seri memulihkan blog yang dihack oleh orang lain. Artikel yang pertama adalah cara backup data artikel blog anda.
Bagaimana cara menggunakannya untuk memulihkan blog? Itu nanti dulu. Kita belajar saja cara membuat daftar isinya. Sebenarnya tidak ada yang sulit, yang perlu anda lakukan cukup mengikuti prosedur sederhana di bawah ini:

Modifikasi Template Blogger

Sedihnya melihat blog ini... Lama nian tak terurus berhubung adminnya fokus untuk ngeblog di wordpress dan akhir-akhir ini ikut gabung di tumblr juga. Rencana tahun lalu yang akan memanfaatkan blog ini sebagai ajang berhenna ria menguap sudah. Ada suatu hal yang membuat saya kehilangan semangat ngehenna... ditambah lagi belum mendapatkan jawaban dari ustadz/ustadzah seputar hukum menjadi henna artist. Hmm... jadi bingung ni blog mau dipake buat apa. Btw, untuk membuat saya sedikit menulis disini, saya mencoba sedikit memodifikasi templatenya. Awalnya saya coba upload beberapa template yang lucu-lucu, qaddarullah hasilnya malah amburadul karna saya belum mengerti cara menyusun widgetnya. Akhirnya saya menyerah dan hanya memodifikasi template blog ini menggunakan desainer template yang disediakan blogger. Hasilnya... lumayan lah bisa buat tampilannya sedikit berbeda.


Rabu, 20 Juni 2012

Hukum Berhias dengan Henna

HUKUM BERHIAS DENGAN INAI

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah berkata : “Tidak apa-apa berhias dengan memakai inai, terlebih lagi bila si wanita telah bersuami dimana ia berhias untuk suaminya. Adapun wanita yang masih gadis, maka hal ini mubah (dibolehkan) baginya, namun jangan menampakkannya kepada lelaki yang bukan mahramnya karena hal itu termasuk perhiasan.



Henna, Tumbuhan Ajaib (II)

HENNA (INAI/Pacar) : The Magic Plant (ii)

Oleh : dr.Abu Hana

untuk http://kaahil.wordpress.com


KHASIAT DAN CARA PENGGUNAAN HENNA
Luka Bakar

· Henna apabila digunakan pada luka bakar derajat I atau II memberikan hasil yang sangat baik;

· Mengurangi rasa sakitnya

· Mengurangi kehilangan cairan pada daerah yang mengalami luka bakar, hal ini sangat penting terutama jika area luka bakarnya sangat luas.

· Memiliki efek anti-Microba, hal ini mengurangi risiko terjadi infeksi.

· Melekat pada area luka bakar sampai terjadi proses penyembuhan.

· Mudah digunakan untuk luka bakar baik dalam bentuk pasta maupun serbuk.

· Murah dan mudah didapatkan.


Mempercepat Penyembuhan

Henna mempercepat proses penyembuhan luka terutama luka kronis dan ulkus, saya telah menggunakannya dalam kasus ulkus neuropathic di kaki dan memberikan hasil yang sangat efektif. Faktor utama yang berperan dalam mempercepat proses penyembuhan tersebut tidak (belum-red) diketahui, tetapi saya rasa hal tersebut dikarenakan mengandung efek anti-Mikroba. Apabila suatu luka mengalami infeksi maka pemberian antibiotik biasanya diperlukan.


Henna, Tumbuhan Ajaib

HENNA (INAI/Pacar) : The Magic Plant (i)

Oleh : dr.Abu Hana

untuk http://kaahil.wordpress.com


Botani

Henna (Inai, pacar) memiliki nama ilmiah Lawsonia inermis, termasuk anggota tanaman dari Famili Lythraceae. Henna telah dikenal cukup lama dalam dunia Arab dan Islam, berkembang secara luas di wilayah Iran, India dan Sudan.

Henna sebetulnya sudah ditemukan sejak jaman Mesir kuno. Buktinya terlihat pada jari-jari tangan dan kaki mumi-mumi yang ditemukan di Mesir, banyak dihiasi henna. sampai sekarang Mesir merupakan negara sebagai pemasok utama tanaman tersebut (bersama dengan India, Maroko, dan Sudan).

Walaupun awalnya lebih dikenal sebagai bahan untuk mempercantik diri, seperti membantu mewarnai rambut maupun mewarnai kuku serta sebagai penghias tangan dan kaki di beberapa daerah, seperti Afrika Utara, Timur Tengah, India serta negara-negara Mediterania, namun henna ternyata memiliki berbagai manfaat lain.

Bagi anda yang pernah mengenal bubuk henna tentu akan akrab dengan baunya yang khas, yang kuat dan menyengat seperti kombinasi antara bau bumi, tanah liat, kapur tulis, dan dedaunan basah. Sebaliknya, daun henna segar tidak memiliki bau apa-apa, bahkan ketika anda remas dengan jari.

Rabu, 30 Mei 2012

Kembali

Lama ga ngeblog di wordpress karena ga bisa log in, akhirnya saya kembali ke blogspot yang sudah 2 tahun ini tak terurus . Membaca posting2 lama dan komentar2 yang masuk membuat saya kangen untuk menulis lagi. Tapi tetap saja, untuk menulis satu kalimat saja butuh waktu beberapa menit untuk merangkai kata-katanya. Jadi, agar tidak membuang banyak waktu, pada posting kali ini saya akan menulis singkat aja. Berhubung saya lagi senang dengan yang namanya henna. InsyaAllah ke depannya blog ini akan saya pergunakan untuk berbagi informasi tentang henna dan jika tidak ada halangan juga untuk menjual berbagai jenis henna dan perlengkapan untuk membuat henna. Ok, untuk posting kali ini saya cukupkan sekian saja. Semoga bisa disambung lain waktu ^^

Rabu, 30 Juni 2010

Telpon tak Dikenal

Tadi saya terima telpon dari nomor tak dikenal yang kode wilayahnya Jakarta. Seperti kebiasaan saya klo mendapat telpon dari nomor yang tidak dikenal, saya terima tapi tanpa bicara. Tips ini saya dapatkan dari teman SMA saya, dia cerita klo dia di telpon orang tak dikenal atau orang yang dia ga mw bicara dengannya, dia tetap 'mengangkat' telponnya tanpa suara, jadi orang yang telpon nun jauh disana bingung nada sambung dah berhenti tapi qo ga ada suara. Dan teman saya biasanya mengejutkan si penelpon dengan bilang.."hayoo..dah masuk pulsa tw", baru ditutupnya. hehehe..jail juga ya..Walau saya memakai tipsnya, tapi saya tidak pake kejailannya. Sikap saya selanjutnya tergantung yang nelpon. Kalau dia bilang "halo" duluan, n terdengar suara wanita ya saya ladeni, klo suaranya laki-laki yang tidak dikenal saya taruh ja tu HP di meja sampe mati sendiri. Dan ternyata yang nelpon saya tadi tu wanita, dengan sikap biasa saya meladeni pembicaraannya.
Dia mengawali pembicaraannya dengan menanyakan apakah benar saya memegang kartu VISA. Jujur aja saya bilang, ya saya punya VISA (yang gabung sama kartu ATM Mandiri). Setelah itu dia mulai menjelaskan maksud dan tujuannya menelpon saya, yaitu untuk mempromosikan program kesehatan perusahaan asuransinya. Dari temanya saja saya sudah malas mendengarkannya, tapi demi menjaga sopan santun saya dengarkan juga penjelasannya dengan terkantuk-kantuk. Ga semua yang dia ucapkan saya dengar dengan jelas cz telinga saya tertutupi dua lapis kain, tapi saya meng"oh, begitu"kan aja, hehe..
Setelah dia merasa cukup memberikan penjelasan, akhirnya memberikan kesempatan saya berbicara n bertanya. Dengan halus saya menolak penawarannya, tapi dia tidak menyerah dia menanyakan alasannya kenapa saya menolak (sekalinya dia udah nyiapkan senjata untuk

Kamis, 03 Juni 2010

Dialog Singkat Aby dengan Aisy

Lepas maghrib kemarin, tidak seperti biasanya Abu Aisyah menelpon.
Aisy yang berada tak jauh dari saya langsung mengambil HP dan memasangnya di telinganya.
Biasanya aisy malas bicara di telepon, dia lebih senang menarik ummynya kesana kemari untuk bermain dan marah klo ummynya masih saja bicara di telepon.
Tapi maghrib kemarin, dia dengan seriusnya mendengarkan abynya bicara.
Aby: (Suara tidak jelas)
Aisy: *(^&)*IO%&%*^*$@#&)P*(@%*@$&*(% (ngoceh ga jelas)
Aby: Aisy sudah mandi?
Aisy: dah
Aby: sudah makan?
Aisy: dah
Aby: Mba Salma mana?
Aisy: Ga ada
Aby: Aisy main sama siapa?
Aisy: (ummy bicara di belakang: mas fa..) tur, (mba en..)na, (kaka ra..) jik
Aby: Suara ga jelas
Aisy: #%^ %OHFLDI&^(UJR*&RFVP*()PI (ngoceh ga jelas lagi)

Hihihi..saya tertawa mendengarnya. Wlo bicaranya belum sempurna aisy sudah paham apa yang kami bicarakan n menurut jika diperintah mengerjakan hal2 sederhana. Sekarang dia lagi senang-senangnya ngoceh2 ga jelas, dimulai dari menghitung benda2 yang selalu dimulai dari 4 dan berakhir di 5. Jadi berapapun jumlah benda yang dihitungnya aisy tetap ngoceh empa (4), ema (5) demikian berulang-ulang. Kecuali qt tuntun baru benar hitung satu sampai sepuluh sambil mengacungkan telunjuknya setiap menyebut satu angka. Dia juga senang menunjuk kesana kemari sambil bertanya ini apa? ni pa? siapa? Dan kata-kata favoritnya mimi, pipis (sambil terus berjongkok), mama, papa, tata (kaka), tete..selebihnya ngicau teu pararuguh lah kata bahasa sunda na mah. hehe.. Sampai siapa ja yang denger aisy ngoceh ketawa2 sendiri.

Mudah-mudahan aisy semakin lancar bicaranya dan kedepannya lisannya dipergunakan untuk mengatakan yang baik-baik saja, senang melantunkan dzikir dan tilawah. Aamiin.

Kamis, 20 Mei 2010

Bisnis Herbal (Part ke 3)

To the point ya..
Walau judulnya sedikit berbeda, isinya tetap melanjutkan cerita tentang bisnis pertama yang saya jalani. Judul dirubah karna saya ada ide buat ngerubahnya, hehe.. (benar2 tulisan yang masih sangat kacau ya). Selain ngerubah judul saya juga kemarin abis makan siang dapat ide buat ngerubah judul blog dari Belajar Bisnis menjadi Rumah Belajar Hanifatunnisaa. Kenapa demikian? Karna insyaAllah blog ini dipake bukan untuk membecirakan bisnis aja. Walhasil teringat nama rumhainspirasi.com dan rumahbelajaribnuabbas.wordpress.com berubahlah Judul Blog ana menjadi Rumah Belajar Hanifatunnisaa. Saat penulisan ini memang judul belum diganti cz saya lebih mendahulukan buat posting baru khawatir waktunya ga cukup untuk menyelesaikan cerita awal bisnis herbal yang saya rintis ini.

Nah, kembali ke PC (karna saya lagi pake komputer bukan pake laptop). Blog di wordpress yang saya pake bwt promosiin Thibbun Nabawy dan Herbal Alami tu saya namakan dengan AnTiK Home Shopping. Kenapa diberi nama demikian? Karna saya terlanjur suka dengan kata AnTiK yang awalnya merupakan singkatan Aneka Tips dan Informasi Keluarga. Saya menggunakan kata tersebut sebagai judul Blog yang tidak jadi saya buat karna tidak berapa lama kemudian saya memberanikan diri untuk merintis jualan herbal. Jadi ditambahlah kata AnTiK menjadi AnTiK Home Shopping yang maknanya Rumah Belanja Aneka Thibbun Nabawy BerKualitas. Kata AnTiK disini tetap digunakan sebagai singkatan, namun kali ini singkatan dari Aneka ThIbbun Nabawy BerKualitas. Sedikit dipaksakan ya? hehe.. Ide awal kata AnTiK tetap ana gunakan juga sebagai salah satu kategori di blog ini. Jadi blog ini selain mempromosikan Aneka ThIbbun Nabawy BerKualitas juga berisi tentang Aneka Tips dan Informasi Keluarga sebagai pelengkap.

Selain di wordpress, saya buat "toko online" lain di indonetwork juga. Alamatnya http://antikhomeshopping.indonetwork.co.id. Katalog produknya sama dengan yang ditawarkan di wordpress namun di indonetwork tidak ada tambahan Aneka Tips dan Informasi Keluarga, jadi yang ingin konsen untuk belanja dengan penampilan "toko online" yang simple bisa berkunjung kesana.

Selain produk PJ. Al-Ghuroba' sekarang AntIk Home Shopping juga menyediakan produk Neo Herba Nusantara dan produk PT. Habbat's International disamping aneka produk herbal lainnya. Saya memilih NHN selain karna alasan yang sama dengan alasan saya memilih produk PJ. Al-Ghuroba', juga karna sebagian keuntungan NHN disumbangkan untuk kegiatan dakwah di Yogyakarta. Untuk mendapatkan produk NHN awalnya saya belanja di kiosherbal.com, dengan modal minimal Rp 700.000,00 kita bisa mendapatkan produk NHN n ratusan produk herbal lainnya dengan harga agen (dapat diskon hingga 40%). Baru setelah ketemu neoherba.com, ana daftar jadi distributor dengan modal minimal Rp 3.000.000,00. Alhamdulillah, baik di kiosherba.com maupun di neoherba.com saya dapat pelayanan yang memuaskan. Saat belanja di kiosherbal.com dapat bonus kalender Hijriyah n brosur, sedangkan saat belanja di neoherba.com dapat potongan biaya ongkos kirim n selain dapat brosur produk dapat brosur dauroh nasionalnya Ustadz Dzulqarnain juga.

Untuk produk PT. Habbat's International, ana kesulitan menjadi agen langsungnya. Sudah daftar via website, kirim email, kirim sms, ga ada satupun yang ditanggapi. Mungkin karna saya di luar Jawa jadinya tidak bisa melayani permintaan menjadi agen. Jadi saya beli produk habbat's di distributor terdekat sehingga tidak bisa memberikan diskon yang spesial untuk produk ini.

Selain menawarkan ke teman2, tetangga2, n bikin "toko online". Ana titipkan sebagian herbal di toko teman suami dan kantin kantor. Alhamdulillah sedikit meningkatkan omset penjualan jadinya.

Saya juga punya ide untuk membuat surat penawaran kerjasama pengadaan herbal ke kantor2 di wilayah kaltim , konsep sudah dibuat, list harga siap ditawarkan. Setelah tanya kesana kemari untuk mengetahui proses pengajuan suratnya, penawaran langsung ditunda karna kantor2 hanya mau belanja barang dari Pengusaha yang sudah memiliki NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) yang KLU (Klasifikasi Lapangan Usaha)nya "usahawan". Suami saya memang sudah punya NPWP, tapi KLUnya "PNS" jadi rencana kerjasama pengadaan herbal ditunda dulu, sampai ada kejelasan apa KLU "PNS"nya bisa diganti dengan KLU "usahawan".

Ndilalah (tanya orang Jawa ya klo mw tw artinya, saya orang sunda jadi ga bisa mendefinisikan secara tepat, cuma karna lagi teringat kata itu saja jadinya dipake di paragraf ini, he..) kantor suami mw mengadakan belanja barang (madu). Suami saya pun nekat "mengambil proyek" tersebut. Beliau langsung menyediakan 60 @ 1 kg Madu Salsabila Al-Ghuroba'. Pembayaran sempat tertunda karna kantornya meminta Faktur Pajak, padahal suami saya kan bukan PKP (Pengusaha Kena Pajak). Saya pun tanya2 teman n mendapatkan info yang pasti bahwa PNS bisa menjadi PKP asal KLU nya diganti menjadi "usahawan" dan wajib laporan setiap bulan (bukan cuma setahun sekali kaya PNS lainnya). So, suami pun mengurus penggantian KLUnya (dan bla bla bla lainnya) dan tak lama kemudian uang pembayaran madu pun cair. Alhamdulillah, dapat untung lumayan besar...

Sejak saat itu, suami pun mulai mendapatkan ide2 bisnis lainnya. Mw tw idenya apa aja? Tunggu di cerita berikutnya ya... (bukan di posting selanjutnya cz saya mw menceritakan bisnis saya yang lain n ide2 saya terlebih dulu..hehe)

Selasa, 18 Mei 2010

Bisnis Pertama (Part ke 2)

Alhamdulillah ada kesempatan nulis lagi untuk menyambung cerita kemarin.

Hmm, karna belum terbiasa menulis, mw ngelanjutin cerita aja masih mkir lama. Milih kata-katanya itu lho yang bikin dah ditulis hapus lagi, tulis yang lain hapus lagi..hehe.. Untung bukan nulis di kertas. Bisa rugi nanti. Padahal tujuannya nulis kan untuk menceritakan pengalaman merintis bisnis, siapa tw da yang lagi iseng baca terus bisa ngasih masukan, atau tertarik beli barang yang saya jual, atau malah mw ngajak kerja sama. Muluk2 ga tu? Silahkan pembaca sendiri deh yang nilai.

Ok, ingat2 tulisan kemarin kayanya udah sampe cerita beli triple herbal di Ummu Salamah. Karna kita komunikasinya via email, melalui email itu Ummu Salamah juga cerita2 tentang lulur sekar jagat yang katanya lagi populer di sluruh Indonesia. So, sayapun titip beli lulur sekar jagat aroma strawberry, uangnya dikirim klo barangnya udah sampai aja katanya.

Singkat cerita dari situ saya tertarik untuk mencoba berjualan herbal juga. Tapi karna belum da bakat bisnis, keinginan saya tu belum direalisasikan juga sampai pada suatu kesempatan saya menceritakannya pada Ummu Salamah. Waktu tu saya bilang kepada beliau klo saya berencana jual herbal kecil-kecilan klo udah ngumpul sama suami. Ummu Salamah menyarankan untuk mulai dari sekarang aja n saya pun jadi terlecut untuk nekat mulai bisnis yang sama sekali belum pernah saya lakukan sebelumnya.

Setelah ada modal, saya mulai mencari produsen n distributor herbal via googling. Saya pilih Al-Ghuroba' karna produsennya terpercaya, produknya beraneka ragam n kualitasnya juga baik. Waktu tu saya order pertama kali di idherba.com. Belanja sekitar lebih dari 1 juta untuk mendapatkan diskon n menjadi agen.

Setelah barang sampai, langsung saya cek kelengkapannya sesuai dengan list pesanan saya. Ada beberapa yang berbeda dengan list, saya maklum aja karna memang ada 2 list pesanan yang saya buat. List pertama yang saya buat ternyata totalnya kurang dari 1 juta sehingga saya mengganti menjadi List kedua yang total harganya melebihi satu juta. Walo begitu saya tetap menyampaikan kepada CS idherba.com untuk konfirmasi saja.

Setelah ada waktu luang, saya pun memotret aneka herbal produk PJ. Al-Ghuroba' untuk saya pajang di internet. Setelah tu memberikan label harga sesuai dengan harga eceran yang ditentukan oleh PJ. Al-Ghuroba'. Wlo agen di luar Jawa dibolehkan menaikan harga dari harga eceran di P. Jawa, saya tetap memakai harga yang sama karna takut kemahalan.

Target pemasaran awalnya hanya tetangga n teman2. Alhamdulillah, penawaran pertama kepada tetangga mendapat respon yang cukup baik, banyak produk yang terjual. Saat ada waktu saya juga coba buat "toko online" sederhana di wordpress.

Ups, waktu menulis dah habis nih, ceritanya belum selesai juga ternyata, insyaAllah dilanjut di posting ke 3 nanti ya.

Senin, 17 Mei 2010

Bisnis Pertama

Bisnis Pertama yang saya jalani adalah Jualan Herbal.
Mw tw ceritanya gimana sampai saya –yang mengaku tidak berjiwa bisnis- tertarik untuk jualan herbal? Silahkan disimak tulisan amatir selanjutnya..
Hmm, hanya tersisa waktu sekitar 8 menit untuk menuliskan cerita ni, keburu ga ya?
Diceritakan secara singkat aja deh, n klo ga keburu ya dilanjut aja di posting berikutnya, ya kan?
Begini, saya punya teman di dunia maya, namanya Ummu Salamah, dari beliaulah saya tertarik untuk ikut-ikutan buat blog. Asalnya mw buat di multiply –kaya blognya Ummu Salamah yang pertama saya lihat di internet-, namun berhubung loadingnya lama n akunnya ga jadi2, akhirnya saya memutuskan untuk bikin di tempat lain aja. Saya pilih blogsome cz kebetulan saat itu saya juga suka membaca blog Islami yang “ngendon” di blogsome.
Nah, saya ikut-ikutan jualan herbal juga karena terinspirasi sama blog Ummu Salamah lainnya –masih di multiply- yang menjajakan aneka herbal. Awalnya saya cuma tertarik beli aja karna membaca khasiat herbal yang sesuai dengan Sunnah Nabi. Waktu tu saya pesan sabun zaitun, minyak zaitun n cream zaitun. Triple herbal yang berkhasiat salah satunya untuk menghilangkan jerawat (jadi ketauan klo suka jerawatan).
Ups..ga terasa waktu menulis sudah habis. Karna amsih amatir jadinya baru bisa cerita 2 paragraf aja. InsyaAllah ceritanya di lanjut di posting selanjutnya ya..

Jumat, 14 Mei 2010

Buka Bisnis Online

Assalamu'alaykum warohmatullahi wabarokatuh..

Alhamdulillah akhirnya ada kesempatan juga untuk membuat blog di blogspot ni.
Setelah diawali dengan membuat blog di blogsome yang bertemakan Minazh Zhulumaati Ilan Nuur, dilanjut dengan membuat blog di wordpress yang memuat kisah-kisah muallaf, terus masih memanfaatkan wordpress juga untuk mempromosikan Thibbun Nabawy dan Herbal Alami, akhirnya berlabuh juga di blogspot untuk mengembangkan bisnis online.

Walaupun niat membuat blog ini adalah sebagai sarana belajar tentang bisnis online, insyaAllah isinya akan lebih variatif, memuat apa saja yang menarik dan insyaAllah bermanfaat bagi pembacanya.

Ok, karena saya tidak pandai berbasa-basi apalagi bercerita, saya cukupkan pembukaan blog baru ini sampai disini.

Salam kenal untuk semuanya.

Wassalam.